PPSSNH Nurul Huda


Haflah Akhirssanah & Pengajian Umum

Assalamu'alaykum wr. wb.

Bismillahirrahmanirrahim

Syukur alhamdulillah ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan pada Baginda Rasulullah SAW.

Kami keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Nurul Huda Mergosono Malang mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara(i) pada acara Haflah Akhirissana 2015 M/1436 H dan Pengajian Umum yang Insya Allah dilaksanakan pada:

Haflah Akhirissanah

Hari: Ahad, 24 Mei 2015
Waktu: 09.00 WIB - selesai
Tempat: PPSS Nurul Huda Mergosono Malang

  1. Pembukaan
  2. Pembacaan ayat suci Al Qur'an
  3. Sambutan
  4. Prosesi wisuda
  5. Mauidloh Hasanah
  6. Doa dan penutup

 

Pengajian Umum

Hari: Senin, 25 Mei 2015
Waktu: 19.30 WIB (Ba'da Isya') 
Tempat: PPSS Nurul Huda Mergosono Malang

  1. Pembukaan
  2. Pengajian oleh Majelis Mawlid wat Ta'lim Ar-Ridwan
  3. Mauidloh Hasanah
  4. Doa dan penutup

Demikian undangan ini kami haturkan. Atas kehadiran dan kerjasama Bapak/Ibu/Saudara(i) kami sampaikan terima kasih. Jazakumullah khairan katsiron.

Wassalamu'alaykum wr. wb.


Biografi KH. Drs. Achmad Masduqie Machfudh

KH. Drs. Achmad Masduqie Machfudh dilahirkan di desa Saripan (Syarifan), Jepara, Jawa Tengah pada 1 Juli 1935. Di desa tersebut, terdapat sebuah makam kuno yang banyak dikenal orang dengan makam "Mbah Jenggolo". Alkisah, berkat karomah dari Mbah Jenggolo ini, dulu ketika baru ada radio, siapa saja yang membawa ke desa ini pasti gila. Penyakit gila ini baru akan sembuh kalau alat elektronik dikeluarkan dari Saripan. Keadaan seperti ini masih bisa ditemui semasa Kyai Masduqie masih kecil. Namun perlahan-perlahan seiring dengan perubahan zaman, karomah ini berangsur surut hingga hilang sama sekali.Melihat lingkungannya yang seperti itu, ditambah dengan lingkungan keluarga yang taat dan fanatik terhadap agama serta memiliki semangat juang yang tinggi untuk menegakkan kebenaran dan menyebarkan agama Allah.

Jalur Keturunan dari Ayah

Jika dilihat dari jalur keturunan ayah, tidak dapat diketahui secara rinci tetapi yang jelas seluruh keluarga beliau adalah termasuk orang-orang yang gigih berjuang dalam mensyiarkan agama Allah. Jalur keturunan ayah terputus hingga kakek beliau saja.Kakek beliau ini termasuk tokoh agama yang disegani di lingkungan masyarakat. Perjuangannya tidak hanya terhadap orang awam saja, melainkan kepada seluruh lapisan masyarakat bahkan yang jahat sekalipun. Beliau bahkan dengan gigih menaklukkan orang-orang jahat yang banyak berkeliaran saat itu. Beliau mampu mengubah pola tingkah laku mereka menjadi orang yang taat menjalankan agama Allah.Semangat jihad, fanatik dan ketaatan menjalankan agama serta keberanian membela kebenaran secara terus menerus ditempa dan ditekankan oleh Kyai Machfudh, dan Kyai Masduqie. Karena itu tidak heran bila sifat-sifat tersebut sangat melekat pada diri Kyai Masduqie dalam menegakkan agama Allah.

Jalur Keturunan dari Ibu

Bila ditelusuri dari garis keturunan ibu dapat dilihat dari Syeikh Abdullah al-Asyik Ibn Muhammad. Beliau adalah seorang Jogoboyo dari kerajaan Mataram. Alkisah, salah satu keampuhan beliau adalah setiap ada mara bahaya yang akan mengancam kerajaan, beliau memukul bedug untuk mengingatkan penduduk cukup dari rumahnya. Suara bedug terdengar ke seantero kerajaan Mataram. Pada makamnya yang terletak di daerah Tayu, Pati, tertulis "Makom niki dipun bangun Bagus Salman bongso jin" (makam ini dibangun oleh Bagus Salman bangsa Jin).Dari Syeikh Abdullah al-Asyik inilah menurunkan nenek KH. Achmad Masduqie Machfudh yaitu Nyai Taslimah. Di kalangan masyarakat, Nyai Taslimah sebagai seorang pewaris perjuangan Syeikh Abdullah al-Asyik Ibn Muhammad, dikenal sebagai seorang penyebar agama. Di tangannya tidak sedikit orang yang diislamkan. Mereka yang asalnya belum beragama dengan baik akhirnya menjadi santri Nyai Taslimah.Dari pernikahannya dengan Asmo Dul, Nyai Taslimah dikaruniai dua orang putri, yaitu Chafshoh dan Masyfu'ah. Beliau juga mengangkat seorang anak angkat yang bernama Suyuti.Putri beliau yang pertama; Chafsoh dipersunting oleh Machfudh, putra dari Bapak Arso Husein dengan Ibu Saumi. Dari pernikahan ini, keduanya dikarunia 14 putra-putri. Mereka adalah:

  1. Muainamah (Alm)
  2. Achmad Fahrurrazi (Alm)
  3. Khadijah (Alm)
  4. Achmad Masduqie (Alm)
  5. Sa'adah (Jepara)
  6. Achmad Said (Alm)
  7. Sofiyah (Alm)
  8. Achmad Shohib (Alm)
  9. Achmad Zahid (Malang)
  10. Achmad Masykuri (Alm)
  11. Ahmed Mas'udi (Jakarta)
  12. Aslihah (Malang)
  13. Achmad Zahri (Alm)
  14. Achmad Mujab (Jepara).

Dari keempat belas putra-putri Nyai Chafsoh ini, tujuh diantaranya meninggal dunia ketika masih kecil dan remaja. Kyai Masduqi merupakan putra keempat dan merupakan putra sulung yang hidup.

Kehidupan Keluarga KH. Achmad Masduqie Machfudh

KH. Achmad Masduqie Machfudh, terkenal sebagai seseorang yang dalam kehidupan sehari-hari cukup sederhana. Corak kehidupan keluarga yang beliau bangun sama sekali jauh dari citra kemewahan. Kesederhanaan yang dicitrakan Kyai Machfudh sangat membias pada keluarga Kyai Masduqie. Terlebih sejak kecil, Kyai Masduqie sangat gigih dalam menekuni bidang keilmuan terutama ilmu agama. Salah satu prinsip hidup beliau adalah:

"Kalau kita sudah meraih berbagai macam ilmu terlebih ilmu agama, maka kebahagiaan yang akan kita capai tidak saja kebahagiaan akhirat, akan tetapi kebahagiaan dunia pun akan teraih."

Dari hasil pernikahannya dengan Nyai Chasinah putri dari KH. Chamzawi Umar pada 7 Juli 1957 dalam usia 22 tahun, beliau dikaruniau 9 orang anak, yaitu:

  1. Mushoddaqul Umam, S.Pd dilahirkan di Tarakan, Kalimantan Timur, tanggal 21 Juli 1958. Saat ini kediamannya di Jl. Danau Kerinci IV, E-15, Malang. Disamping kesibukan sehari-hari menjadi Kepala Sekolah SMU Tugu, Malang dan pengajar pada MA Al Maarif Singosari, Sarjana strata satu bahasa Inggris yang pernah mondok di Pesantren Roudlotul Tolibin Rembang ini, juga merintis majlis Ta'lim untuk orang tua dan siswa SD, SMP, SMU dan Mahasiswa; pengajian padang ati.
  2. Muhammad Luthfillah, MM, dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah pada tanggal 28 Oktober 1959. Sarjana Ekonomi dari UNIBRAW yang sebelumnya menempuh pendidikan di Pesantren Roudlotul Tolibin Rembang ini, berpengalaman sebagai pengurus PP.Pagar Nusa dan anggota DPRD Jatim dari fraksi FKB. Setelah itu ia lebih banyak berkecimpung di masyarakat untuk memberikan pengajian dan pembimbing jamaah haji khusus dan umrah "Mabruro" yang berpusat di Sidoarjo, Jawa Timur.
  3. dr. Moch. Shobachun Niam, MKes, FINACS, SpB-KBD. Dilahirkan di Samarinda, Kalimantan Timur pada 25 Agustus 1961. Setelah menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, ia sempat menjadi dokter di Jakarta, lalu dinas di daerah kepulauan sekitar Madura. Setelah mengambil bidang spesialisasi "bedah" ia berdinas di RSU Polmas/Poliwali Mamasa, Sulawesi Selatan (sekarang Poliwali Mandar, Sulawesi Barat). Alumnus Pesantren Roudlotut Tholibin Rembang ini juga pernah menjadi pengurus wilayah NU Sulawesi Selatan ketika masih berdinas di Polmas. Sejak tahun 2004 ia pindah ke Malang dan sebagai dokter di RS Saiful Anwar, Malang. Selain itu, ia juga sebagai dokter di rumah sakit Persada dan rumah sakit Lavalette di Malang. Setelah menyelesaikan studinya sebagai spesialis bedah, ia juga belajar lagi sebagai konsultan di bidang digestive surgery di Universitas Padjadjaran, Bandung. Sharing ilmu di bidang ilmu kedokterannya dilakukan dalam acara pertemuan di dalam negeri dan di berbagai negara.
  4. M. Taqiyyuddin Alawiy, MT, dilahirkan di Malang pada 8 April 1963. Setelah menyelesaikan studi di Pesantren al-Anwar Sarang, Rembang, ia meneruskan studi di Fakultas Tehnik UNISMA Malang pada strata satu. Selanjutnya ia belajar bidang electrical engineering pada Universitas Brawijaya, Malang. Saat ini, disamping menjadi dosen di UNISMA Malang, ia juga menjadi Rais Syuriah MWC Kedung Kandang, Malang. Pemahamannya di bidang kitab kuning cukup bagus. Sepeninggal KH Drs. Achmad Masduqie Machfudh, ia diangkat sebagai Koordinator Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda Malang.
  5. Dra. Roudlatul Hasanah, M.Pd., dilahirkan di Malang pada 8 Maret 1965. Setelah mondok di Pesantren Tambakberas, Jombang, ia belajar dan memperoleh gelar Sarjana Bahasa Inggris di IAIN Malang (sekarang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). Ia sebagai guru negeri di MTsN Sepanjang, Gondanglegi, Malang. Beberapa tahun setelah itu ia meneruskan pendidikannya jenjang strata dua di Universitas Negeri Malang. Dalam kesehariaannya ia mengajar di MTSN Sepanjang, Gondalegi, Malang dan perguruan tinggi swasta di Gondanglegi, Malang, selain menjadi salah seorang tenaga pengajar pada Pesantren Nurul Huda Malang.
  6. Dr. Muhammad Isyroqun Najach, dilahirkan di Malang pada 18 Februari 1967, menyelesaikan studi S-1 di STAIN Malang (sekarang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang), S-2 PPS IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta; dan S-3 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Alumnus Pesantren Lirboyo Kediri ini, disamping menjadi Mudir (Direktur) Ma'had Sunan Ampel al-Aliy UIN Malang, juga menjadi Ketua PCNU Kota Malang, dan anggota Dewan Riset Daerah Pemerintah Kota Malang. Pemahaman di bidang kitab kuning tidak diragukan lagi, termasuk komunikasi dalam bahasa Arab. Karena itu tidak ayal lagi jika ia sering melakukan kunjungan ke luar negeri terutama yang berbasis bahasa Arab seperti ke Iran dan Sudan. Selain sebagai tenaga pengajar pesantren, aa juga sebagai Wakil Koordinator Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda, Malang.
  7. Dra. Badiatus Shidqoh, dilahirkan di Malang pada 11 April 1968. Ia lulusan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang tahun 1992 jurusan Pendidikan Agama. Alumnus Pesantren Tambakberas Jombang tahun 1984 ini menjadi tenaga pengajar pada STIE Malangkucecwara Malang. Dalam kepengurusan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda Malang, ia diserahi bidang ta'lim diniyyah.
  8. Fauchatul Fithriyyah. S.Ag. Dilahirkan di Malang pada 25 Agustus 1970, memperoleh gelar sarjana di STAIN Malang (sekarang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang) setelah sebelumnya mondok di PP. Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jateng. Ia mengelola beberapa TPQ binaan Pesantren Nurul Huda, juga menjadi tenaga pengajar pada Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah  Nurul Huda Malang dan terlibat di bidang ta'lim diniyyah.
  9. Achmad Shampton, SHI. dilahirkan di Malang pada 23 April 1972. Selepas SMP, ia mondok di Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Kediri lulus tahun 1995. Alumni Madrasah Aliyah Miftahul Huda Ngreco, Kandat, Kediri tahun 1994 ini melanjutkan studi di STAIN Malang (sekarang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang), memperoleh gelar sarjana pada jurusan syariah tahun 2002. Saat ini menjadi khodim Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda, Malang dan terlibat di bidang ta'lim diniyyah. Aktivitas kesehariannya adalah sebagai Kepala KUA Kecamatan Klojen, Malang. 

Sebelum memasuki dunia perkuliahan seluruh putra dan putri beliau tanpa kecuali diharuskan mengenyam pendidikan di pesantren. Ini merupakan prinsip yang ditanamkan Kyai Masduqie pada putra putrinya. Dari pengalaman mengaji di pesantren ini, meskipun background pendidikan putra putri beliau beragam, mereka mampu menjalankan amanah dakwah di tengah-tengah masyarakat. Kesembilan putra putri beliau sekarang secara bersama-sama meneruskan perjuangan beliau dalam membina PPSSNH (Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Huda) Malang. Pada haul beliau yang pertama, diselenggarakan tanggal 28 Februari 2015, mereka "dibenum" dalam perangkat pesantren.

Pelindung

  • Yayasan PPSSNH

Penyantun

  • A. Faqih Koesoema
  • Ahmad Zahid Machfudh
  • Ahmed Mas'udi Machfudh
  • Achmad Mudjab Machfudh
  • Prof. DR. Ahmad Sodiki, SH
  • Mushoddaqul Umam, M.Si

A'wan 

  • KH. Marzuqi Mustamar, M. Ag.
  • K. Achwanuri
  • K. Abdullah Z. Rouf, M. HI.
  • KH. DR. A. Muzakki, MA.

Dewan Pengasuh

  • Koordinator M. Taqiyuddin Alawiy, MT
  • Wakil Koordinator DR. Muhammad Isyroqun Najach.
  • Bidang Humas
    • M. Luthfillah, MM,
    • Dr. Muhammad S. Niam, MKes, FINACS, SpB-KBD
    • Dra. Imaroh (isteri dr. Muhammad S. Niam)
  • Bidang Ta'lim Diniyah
    • Nur Ali Fauzi dan isterinya (Roudlatul Hasanah, M.Pd.)
    • Dra. Badiatus Shidqoh dan suaminya (Musthofa Rodli)
    • A. Shampton, S. HI
    • Arofah, S. Ag (isteri M. Taqiyyuddin Alawy, MT)
    • Fauchatul Fitriyah, S. Ag.
  • Bidang Ta'lim al-Qura
    • al-Hafidh Syihabuddin (suami Fauchatul Fitriyah, S.Ag.)
    • al-Hafidhah Roudloh Quds (isteri A. Shampton, S.HI)
    • al-Hafidhah Ismatud Diniyah (isteri Dr. Isyroqun Najah)

Pendidikan Formal

KH. Achmad Masduqie Machfudh terlahir di tengah-tengah keluarga religius yang taat dan fanatik terhadap agama Islam. Sejak kecil beliau sudah dihiasi dengan tingkah laku, sikap dan pandangan hidup ala santri. Karena itu pula, Kyai Machfudh, orang tua beliau, tidak menghendaki Kyai Masduqie kecil untuk bersekolah di sekolah umum, cukup di sekolah agama saja.Tetapi larangan orang tua ini tidak mematahkan semangat Kyai Masduqie kecil untuk mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan yang tidak terbatas hanya di bidang agama saja. Dengan semangat tinggi, Kyai Masduqie menimba ilmu di pesantren dan sekolah umum dengan biaya sendiri dengan menyempatkan berkeliling menjual sabun dan kebutuhan yang lain tanpa sepengetahuan orang tuanya sendiri.Adapun pendidikan formal yang telah beliau selesaikan antara lain:

  1. Sekolah Rakyat di Jepara, 1942 - 1948
  2. SMP di Jepara, 1950 - 1953
  3. Sekolah Guru dan Hakim Agama (SGHA) di Yogyakarta, 1953 - 1957
  4. IAIN Sunan Ampel Malang, sampai tingkat bachelor degree 1962 - 1966
  5. IAIN Sunan Ampel Malang (program doktoral) 1975 - 1977

Dengan ketekunan, keuletan dan semangat juang yang tinggi, Kyai Masduqie akhirnya mampu meraih berbagai macam ilmu pengetahuan baik di bidang agama maupun pengetahuan umum.

Pendidikan Non-Formal

KH. Achmad Masduqie Machfudh sejak berusia 5 tahun tepatnya pada tahun 1939 sudah belajar di madrasah ibtidaiyah di kampungnya yang pada waktu itu dikenal dengan istilah "Sekolah Arab", karena pelajarannya lebih banyak berbahasa arab. Beliau belajar di sekolah ini selama kurang lebih lima tahun yaitu dari tahun 1939-1944. Beliau mulai mempelajari dasar-dasar berbahasa arab dan agama Islam.Setelah beliau menyelesaikan sekolahnya dan mempunyai dasar yang cukup, beliau meneruskan belajar di pondok pesantren Jepara. Di sini beliau belajar kurang lebih selama 8 tahun, yakni dari tahun 1945 - 1953, dan menyelesaikan Madrasah Tsanawiyah pondok selama 3 tahun.Pondok pesantren Jepara ini diasuh oleh Kyai Abdul Qadir. Di sini beliau belajar ilmu-ilmu alat yakni nahwu dan shorof, fiqih, tauhid dan lain-lain. Karena beliau belajar di sini sudah cukup lama, maka tidak heran jika ilmu-ilmu tersebut sedikit banyak telah beliau kuasai.Setelah menyelesaikan pelajarannya di pondok pesantren Jepara, beliau masih merasa belum cukup ilmu pengetahuan agamanya, dan akhirnya beliau pergi untuk belajar di Pondok Pesantren Krapyak pimpina K.H. Ali Ma'shum, sambil menyelesaikan studi SGHA (Sekolah Guru dan Hakim Agama).

Wafat

KH. Achmad Masduqie Machfudh wafat pada hari Sabtu tanggal 1 Maret 2014/28 Rabi'ul Akhir 1434H di usia 78 tahun setelah dirawat beberapa hari di RS Saiful Anwar, Malang. Meskipun saat dirawat di rumah sakit beliau sempat mengalami koma dan sudah berangsur membaik, namun Allah berkehendak untuk memanggil beliau. KH. Achmad Masduqie Machfudh dimakamkan pada hari Ahad 2 Maret 2014/29 Rabi'ul Akhir 1434H di lingkungan Pesantren Nurul Huda.

 


Haul Abah KH Achmad Masduqi Machfudh & Tahlilan 40 hari Umi Hj. Chasinah

Hadirilah Haul Abah KH Achmad Masduqi Machfudh dan 40 hari wafatnya Umi Hj. Chasinah pada

Waktu

Sabtu, 9 Jumadil Awwal 1436H/28 Februari 2015
19.15 WIB (Ba'da Isya) - selesai

Lokasi

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda
Jl. Kol. Soegiono IIIB 103, Mergosono
Malang 65134

View Larger Map

Agenda

  • Yasin & Tahlilan
  • Temu Alumni PPSS Nurul Huda

Kontak

  • M. Taqiyuddin al-Kaff: 0856-4646-7366
  • Gus Rozin: 0857-5568-7559

Nyai Chasinah Wafat

Telah berpulang menghadap Sang Khaliq ibunda kami tercinta Nyai Hj Chasinah binti KH Chamzawi.

Semoga husnul khotimah

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
اَللَّهُم اغْفِرْ لَها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها، وَأَكْرِمْ نُزُلَها، وَوَسِّعْ مَدْخَلَها، وَاغْسِلْها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَد، وَنَقِّها مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَض مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْها دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِها، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِها، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها، وَأَدْخِلْها الْجَنَّةَ، وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Pondok Pesantren


Shalawat Nuril Anwar

Shalawat ini saya ijazahkan kepada dzurriyah Abah Achmad Masduqi Machfudz dan orang-orang yang mencintai beliau; 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلاَنْوَارِ وَسِرِّ اْلاَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلاَغْيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِ نِالْمُخْتَارِ وَالِهِ اْلاَطْهَرِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَاِفضَالِهِ

Selengkapnya ...


Dua Sayap Menuju Allah

KH. M. Taqiyyuddin Alawy

Takwa adalah anugerah yang paling agung setelah hidayah iman yang telah dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke dalam kalbu.

Dengan bersyukur yang sebenar-benarnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meningkatkan kenikmatan yang agung itu, In sya Allah. Dia hujamkan keimanan ke dalam hati kita dan mengangkat tinggi derajat ketakwaan kita. Amin, Allahumma, amin…

Selengkapnya ...


Antara Lailatul Qadar dan Bakti Orang Tua

Pertanyaan

Setiap kali melihat orang-orang berangkat shalat witir sepuluh hari terakhir Bulan Ramadan di masjid-masjid utamanya masjid jami’ saya hanya bisa termangu, sudah beberapa bulan ini saya harus menunggui ibu yang terbaring sakit dan menemaninya shalat berjamaah lima waktu. Apakah shalat witir berjamaah ini yang dimaksud dengan shalat Lailatul Qodar? Apakah keutamaan berjamaah di masjid selama Ramadan ini? Masih bisakah saya mendapatkan lailatul Qadar dengan shalat di rumah?

Masfufah Hamid, Tunggul Wulung

Selengkapnya ...


Penyebab Kerasnya Hati

KH. M. Taqiyyuddin Alawy

Tujuan hidup yang paling utama dan pertama adalah berburu bekal akhirat,  untuk mendapatkan bekal akhirat tentunya kita butuh keistiqamahan dalam beribadah dan bermuasarah yang baik dengan sesama.  Modal utama membangun kemampuan seseorang beribadah dan peduli dengan sesama adalah lembutnya hati. Hati yang keras akan memunculkan sifat dan perilaku yang kurang baik dan beratnya menjalankan ibadah.

Selengkapnya ...


Membayarkan Hutang Puasa Istri

Pertanyaan

Alhamdulillah dua hari menjelang Ramadan lalu isteri saya melahirkan anak ketiga saya. Bila menggunakan tolok ukur kelahiran anak pertama dan kedua, isteri saya harus menjalani masa nifas selama dua bulan. Berarti sebulan penuh ini kemungkinan besar isteri saya tidak bisa menjalani puasa. Bolehkan di bulan syawal nanti saya membantu mengqadla hutang puasa isteri saya mengingat kondisi kesehatannya kurang baik saat ini?

Rizal Shalahuddin, r1z4l@yahoo.co.id

Selengkapnya ...


Pengertian Imsak

Pertanyaan

Pak ustad mohon dijelaskan pengertian imsak yang biasanya diperdengarkan di radionya Masjid Agung Jami’, apakah memang ada tuntunan dari Rasul? karena kalau yang dimaksud imsak itu memulai puasa padahalkan belum adzan, apakah hal itu tidak bertentangan dengan pengertian puasa?

Rani Lubna an Nadjoud, raramarkesot@gmail.com

Selengkapnya ...


Fidyah Sebelum Ramadlan dan Qadla Puasa

Pertanyaan

Seperti dimaklumi orang tua yang tidak lagi kuat berpuasa karena usia udzur hanya diwajibkan membayar fidyah saja. Orang tua saya berumur 90 tahun sejak dua tahun lalu sudah tidak kuat lagi berpuasa dan memang oleh dokter sudah tidak diperkenankan puasa karena usia lanjut.

Selama ini setiap menjelang ramadan kami sekeluarga berkumpul dan sekalian patungan membayarkan fidyahnya orang tua kami yang langsung kami salurkan kepada yang berhak hari itu juga. Yang menjadi pertanyaan beberapa bulan yang lalu orang tua saya ingin sekali mengqadlai puasa tahun lalu, haruskah hal itu dilakukan, mengingat dalam penjelasan ustadz yang sudah tidak kuat lagi berpuasa hanya berkewajiban membayar fidyah?

Eny Muhmini, Jl. Galunggung Malang

Selengkapnya ...


Penggunaan Tetes Mata saat Puasa

Pertanyaan

Sudah sejak dua tahun ini saya harus membasahi mata saya dengan obat tetes karena menurut dokter produksi air mata saya sudah berkurang, bila tidak ditetesi mata saya terasa kering dan gatal. Permasalahannya apakah menggunakan tetes mata pada saat bulan puasa seperti sekarang ini membatalkan puasa apa tidak? Apakah hukumnya sama dengan membersihkan telinga yang tidak membatalkan puasa?

Pudjo Ahmadi, Buring

Selengkapnya ...


Gusi Berdarah saat Puasa

Pertanyaan

Ustadz, saya mengalami gusi bengkak dan berdarah. Kondisi ini sudah saya alami dalam setahun terakhir. Setiap pagi, mulut saya selalu dipenuhi darah. Saya sudah berkonsultasi dan berobat ke dokter gigi dan dilakukan pembersihan karang gigi sebanyak dua kali, kemudian saya juga diberikan obat kumur untuk mulut. Namun setelah melakukan upaya, ini kondisi bengkak dan berdarah belum sembuh juga. Pertanyaan saya bagaimana dengan puasa saya karena bila setiap kali darah keluar harus diludahkan sungguh sangat merepotkan, tapi bila saya biarkan sangat mungkin sekali darah yang keluar itu tertelan, karena setiap kali saya meludah pasti ada darahnya. mohon solusi.

Yanti Saleka, Bandungrejosari

Selengkapnya ...


Puasa bagi Penderita Ambien

Pertanyaan

Teman saya mengeluh sering ambeiennya kambuh. Dan saat kumat mudah sekali “maaf” bolnya keluar, lebih-lebih disaat membuang air besar. Kalau sudah keluar bolnya sulit masuk ke dalam anus kecuali ada upaya bantuan dengan tangannya sendiri. Batalkah puasa seseorang yang memasukkan bol yang keluar ke dalam anus?

Adhika Murdaya, Sumberpucung

Selengkapnya ...


Qadla Puasa Bagi yang Murtad

Pertanyaan

Setahun yang lalu karena mengikuti calon suami saya keluar dari agama Islam dan kemudian menikah di sebuah gereja. Setelah beberapa bulan saya merasa tidak nyaman dengan agama baru saya dan saya merayu suami untuk mempelajari Islam. Alhamdulillah setelah beberapa kali mendengarkan pengajian dan buku-buku keislaman bulan maret lalu kami berdua telah disahadatkan kembali disebuah mushalla. Karena keluar dari agama Islam, maka tahun lalu saya tidak menjalankan puasa, apakah saya harus mengganti puasa saya yang saya tinggalkan tahun lalu? Bagaimana dengan shalat saya?

Siti Maria Qibtie. Karangkates

Selengkapnya ...


Menghirup Inhaler Saat Puasa

Pertanyaan

Perubahan cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini tidak jarang membuat ketahanan tubuh saya menurun dan mudah terserang sakit utamanya flu. Apalagi saya alergi dingin, setiap kali hawa dingin menghampiri, saya langsung pilek. Dan pilek ini cukup mengganggu saya terlebih saat berpuasa. Karena tidak mungkin minum obat saat siang hari, untuk meringankan pernapasan saya bolehkah saya menggunakan inhaler (obat hirup) untuk melegakan pernapasan saya?

Meta Nurainy, Tajinan

Selengkapnya ...


Suntik dan Donor di Bulan Puasa

Pertanyaan

Pak Ustadz, insya Allah tahun ini saya pergi haji, katanya diantara persyaratan haji yang diminta oleh kerajaan Saudi Arabia yang harus saya penuhi adalah suntik imunisasi menginitis untuk menghindari penyakit radang otak atau penularannya saat beribadah haji nanti. Upama saya melakukan suntik imunisasi menginitis di bulan puasa ini apakah membatalkan puasa saya? Apakah melakukan donor darah juga boleh?

Muhammad Idrus, Jl. Banten Dalam Malang

Selengkapnya ...


Pengertian Tidur Sebagai Ibadah Bagi yang Berpuasa

Pertanyaan

Sudah menjadi rahasia umum, bila setiap bulan Ramadan banyak pegawai-pegawai kantoran yang bermalas malasan atau tidur di tempat kerja dengan alasan tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Sehingga seakan-akan ibadah puasa menghalang-halangi peningkatan kinerja seorang pegawai, disamping itu Ramadan akhir-akhir ini seperti pekan kuliner, dimana-mana banyak penjaja dan pembeli makanan berbuka yang membuat macet dan merepotkan banyak orang setiap sorenya. Mohon penjelasan

Basuki Nur, bas_oeki@hotmail.com

Selengkapnya ...


Menunda Haid Untuk Menyempurnakan Puasa

Pertanyaan

Assalamualaikum pak ustad, saya pernah mendengar katanya ada hadits Nabi yang menyatakan mutu agama para wanita itu kurang dibanding lelaki karena sewaktu haid tidak berpuasa dan shalat. Bila hadits itu benar, bolehkah saya menunda haid agar bisa berpuasa sebulan penuh seperti para lelaki agar agama saya bisa sempurna?

Alda Apriyanti Roospari,

@alda_a_roospari

Jakarta

Selengkapnya ...


Berbakti Kepada Orang Tua Saat Mereka Telah Wafat

Berbakti kepada orang tua tidak terhenti saat orang tua meninggal dunia. Bahkan seseorang yang semestinya terhitung durhaka pada orang tua saat keduanya bisa hidup, dapat merubah statusnya menjadi orang yang berbakti pada orang tua, dengan cara senantiasa mendoakan orang tuanya dan menziarahi maqamnya setiap jumat.

Seseorang dari Bani Salamah bertanya pada Rasulullah:

"Wahai Rasulullah masih mungkinkah saya melakukan bakti kepada orang tua setelah orang tua saya mati?"

Rasulullah menjawab:

"ya, dengan cara senantiasa mendoakan keduanya, memohonkan ampun bagi keduanya, memenuhkan janji mereka yang belum terlaksana, silaturahim orang-orang yang tak bisa disambung persaudaraannya kecuali melalui nama mereka dan memulyakan orang-orang yang menjadi sahabat orang tua." HR Abu Dawud

Selengkapnya ...


Adab Berpuasa

Rasulullah telah bersabda:

Inni bu'itstu li utammima makarimal ahlaq.

Aku diutus untuk menyempurnakan ahlaq.

Sebagai penyempurna tiap ibadah, selalu diselipkan adab atau ahlak dalam menjalaninya, sebagai bagian tarbiyah ummat menuju ahlak yang mulia. Begitu juga bagi orang yang berpuasa, ada adab atau ahlak yang harus dijalani, karena tidak akan sempurna puasa itu kecuali dengan adanya adab tersebut.

Selengkapnya ...


Doa Berbuka Puasa

Pertanyaan

Ustadz, selama ini setiap kali berbuka puasa, kami membaca doa berbuka yang sudah populer yaitu

"Allahumma laka sumtu, wabika amantu, wa-ala rizqika aftortu birahmatika yaa arhamarraahimiin"

Namun belakangan ini saya mengikuti kajian di sebuah masjid kampus yang disana dijelaskan bahwa hadits yang memuat doa ini adalah hadits dloif dan sebaiknya tidak dibaca. Yang sebaiknya dibaca saat berbuka dan berasal dari hadits sahih adalah:

"dzahaba dzamaa-u, wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru in sya Allah".

Benarkah doa Allahumma laka sumtu yang populer itu tidak boleh dibaca, kenapa para ulama selama ini malah mempopulerkan doa ini kalau tidak boleh dibaca? Mohon penjelasan.

Imbang Surya Praja, Sawojajar

Selengkapnya ...


Buka Warung Siang Hari di Bulan Ramadan

Pertanyaan

Saya tidak punya penghasilan lain selain berjualan makanan di pasar besar, setiap kali masuk bulan ramadan saya selalu dihantui rasa bersalah karena "Terpaksa" harus tetap berjualan untuk menghidupi keluarga. Adakah keringanan untuk saya agar saya tetap bisa berjualan di siang hari? Karena di pasar besar saya tidak mungkin mengganti waktu jualan di malam hari karena sore hari pasar besar sudah harus ditutup ?

Cak Mus, Pedagang Pasar Besar

Selengkapnya ...


Ketentuan Mengganti Puasa

Pertanyaan

Saya ibu dari dua anak. Saat melahirkan anak pertama dan kedua, kebetulan sama-sama mendekati bulan Ramadan sehingga dua kali saya melahirkan saya tidak bisa berpuasa karena harus menjalankan masa nifas saat bulan Ramadan. Alhamdulillah saya telah mengganti kewajiban puasa saya tersebut dengan membayar fidyah. Namun beberapa waktu yang lalu, seorang teman kantor saya mengingatkan bahwa hutang puasa saya tidak cukup dibayar dengan membayar fidyah tapi juga harus dibayar dengan berpuasa. Mohon penjelasan pak ustad.

Iin Nurjannah, Terongdowo

Selengkapnya ...


Meletakkan Jabatan Karena Salah Tuduh

Seseorang melaporkan kepada Khalifah Makmun Ibn Harun Al Rasyid bahwa Imam Musa al Ridla Ibn Ja'far Shadiq Ibn Hasan Ibn Ali Ibn Abi Thalib masih menerima zakat dan shadaqah meski sudah mendapat santunan bagi Ahl al Bait dari Negara. Seperti kita ketahui Ahl al Bait atau sering kita sebut dzurriyat atau keturunan Nabi Muhammad tidak boleh dan diharamkan menerima zakat dan shadaqah.

Selengkapnya ...


KH Masduqi Machfudh Wafat

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un

Telah berpulang ke rahmatullah guru dan pengasuh kami tercinta, KH Achmad Masduqi Machfudh pada:

Sabtu, 1 Maret 2014/28 Rabi'ul Akhir 1434H 
Pukul 17.25 
di RS Syaiful Anwar Malang

Jenazah dishalatkan dalam 2 gelombang berikut

Gelombang I

  • Pesantren Nurul Huda Mergosono Malang
  • Hari Ahad, 2 Maret 2014/29 Rabi'ul Akhir 1434H 
  • Pukul 7.00 - 11.00 WIB 

Gelombang II

  • Masjid Jami' Malang 
  • Pukul 11.00 WIB - Dhuhur.

Kemudian dimakamkan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda, Mergosono, Malang ba'da Dhuhur.

Al Fatihah


Biografi singkat

Selengkapnya ...


Adab Menerima Shadaqah

Habib Muhammad Ibn Idrus Al Haddad

Sebaiknya seorang faqir saat didatangkan padanya harta atau sesuatu yang lain, untuk memperhatikan tiga hal.

Dzat dari harta

Sebaiknya faqir benar-benar memastikan bahwa harta yang diterimanya benar-benar halal dan sepi dari shubhat, bila didalamnyakemungkinan  terdapat unsur shubhat akan lebih baik faqir menghindari dari menerimanya.

Tujuan pemberi

Tujuan seorang pemberi tidak akan terlepas pada: 

Selengkapnya ...


Keberkahan Shalawat

Pengajian oleh Pengasuh KH. Masduqi Machfudz di Majelis Taklim Wal Maulid Riyadul Jannah




Shalat Penghilang Pembatas antara Allah dengan Hamba

KH. Muh. Taqiyyuddin Alawy MT

Sesungguhnya manusia kini tengah terjebak di dalam timbunan kesibukan dunia yang materialistik bersama aneka macam problema jiwa dan ketegangan syaraf yang ditimbulkan oleh nafsunya, mereka sangat membutuhkan sesuatu yang bisa menghibur perasaannya. Melepaskan beban penderitaannya, dan membangkitkan perasaan tentram di dalam hati dan perasaan tenang di dalam jiwa, jauh dari kesulitan, kegelisahan, dan keresahan. Mana mungkin manusia bisa menemukan hal itu di luar naungan Islam dan ibadah-ibadahnya yang agung, yang merupakan terapi rohani yang mutlak ampuh dan tidak tergantikan oleh terapi materi.

Selengkapnya ...


Dua Puluh Nasihat dari Taurat

KH. M. Taqiyuddin Alawy

Syeh Nawawi Al Bantaniy menerangkan bahwa Imam Wahab bin Munabbih, semoga Allah merahmati beliau, berkata: “Telah tertulis dalam kitab Taurat duapuluh nasihat dan ditambahkan oleh Imam Nawawi tujuh (7) nasehat sehingga menjadi dua puluh tujuh (27) nasehat:

Selengkapnya ...


Keajaiban Huruf-Huruf al Quran

Suatu hari Imam Malik Ibn Anas RA berfatwa bahwa segala transaksi yang dipaksakan itu batal termasuk talak dan pembebasan budak.

Saat itu di Madinah ada salah seorang pejabat dari kalangan Bani Abbas yang mendapat laporan bahwa fatwa itu adalah sindiran bahwa seharusnya Kekhalifahan harus dari keluarga Sayidina Ali Ibn Abi Tholib dan tiada yang berhak memegang tapuk pimpinan kecuali mereka (ingat perebutan kekuasaan antara Muawiyah dengan Sayidina Ali dan Sayidina Hasan)

Selengkapnya ...


Keajaiban Istighfar

وفي المسند. حدثني مهدي بن جعفر، حدثنا الوليد بن مسلم عن الحكم بن مصعب عن محمد بن علي بن عبد الله بن عباس، عن أبيه عن جده عبد الله بن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم: «من أكثر من الاستغفار جعل الله له من كل هم فرجاً ومن كل ضيق مخرجاً ورزقه من حيث لا يحتسب».
Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah, Allah akan mengubah segala kesusahannya menjadi kegembiraan, memberi jalan keluar di setiap kesulitan dan memberi rizqi dari pintu yang tidak disangka dan diperhitungkannya. alhadits

Selengkapnya ...


Berlomba-lombalah Dalam Kebaikan

وَلِكُلٍّۢ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٟتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ ﴿١٤٨﴾
"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al Baqarah: 148)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan fastabiqul khahiraat (bersegeralah dalam berbuat baik). Imam An Nawawi dalam kitabnya Riyadhush shalihiin meletakkan bab khusus dengan judul:

بَابُ الْمُبَادَرَهْ إِلَى الْخَيْرَاتِ وَحَثُّ مَنْ تَوَجَّهَا لِخَيْرٍ عَلَى الْإِقْبَالِ عَلَيْهِ بِالْجِدِّ مِنْ غَيْرِ تَرَدُّدِ
Bab bersegera dalam melakukan kebaikan, dan dorongan bagi orang-orang yang ingin berbuat baik agar segera melakukannya dengan penuh kesungguhan tanpa ragu sedikitpun).

Lalu ayat yang pertama kali disebutkan sebagai dalil adalah ayat di atas. Perhatikan betapa Imam An Nawawi telah memahami ayat tersebut sebegai berikut.

Selengkapnya ...


Muqaddimah

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمْ جَنَّـٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْكَبِيرُ ﴿١١﴾

"Allah akan mengangkat orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat."
(QS. 85:11)

Selengkapnya ...


Versi Mobile

Menilik perkembangan jaman dengan akses internet lebih luas melalui ponsel, maka dilakukan pengembangan tampilan khusus untuk ponsel. Beruntung desain dasar situs ini sudah mengadaptasi HTML+CSS sehingga tidak sulit untuk membuat tampilan ponsel/mobile. Hanya dibutuhkan sedikit trik untuk menjamin tampilan berjalan lancar tidak perlu menggeser layar ke kiri dan ke kanan untuk melihat konten secara penuh.

Silakan nikmati situs ini dalam versi mobile/ponsel yang terdeteksi secara otomatis. Terutama untuk iOS dan Android.

Untuk menikmati teks arab yang lebih baik, silakan pasang font Me Quran atau Amiri di komputer Anda


Nadham Kitab Aqidatul Awam dan Terjemah

تَرْجَمَةُ عَقِيْدَةِ الْعَوَامِ
نَظْمُ الشَّيْخِ أَحْمَدَ الْمَرْزُوْقِيِّ اْلمَالِكِيِّ
( 1205- 1281 هـ)

Terjemah Aqidatul Awam Syair Syekh Ahmad Marzuki al-Maliki

Penulis: Ahmed Machfudh

Selengkapnya ...


NUHA Peduli

NUHA Peduli (dahulu Badan Sosial dan Komunikasi Alumni Nurul Huda/BASKOM AL NUHA) merupakan badan organisasi independen yang bergerak dibidang sosial dan kemasyarakatan. Tujuan badan ini didirikan sebagai media silaturrahim, komunikasi dan dakwah bil hal bagi alumni serta wadah aspirasi untuk kemaslahatan bersama.

Selengkapnya ...


Tempat Pendaftaran

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda

Jl. Kol. Soegiono IIIB No. 101-103, Mergosono Malang, Telp. (0341) 369-187, 364-811


View in a larger map


Hak mencipta adalah kekuasaan Allah SWT.
Ketikan dan rancangan: pesantrennuha@gmail.com