Bahtsul Masail Diniyah


Edit

Nisab Gabah

  • Berapakah sebetulnya nisab padi (gabah) itu?
  • Apakah nisab padi (gabah) wajib zakat diperhitungkan waktu memetik saja?

Seperti ayat Al-Quran yang artinya:

"Dan keluarkanlah haknya (zakatnya) pada hari pemotongan".

Sehingga kalau nisab padi misalnya 12 kuintal berarti berarti kalau ada orang yang sekali panen baru mendapat 6 kuintal berarti dia belum kewajiban zakat.

Tetapi ada kitab yang maksudnya demikian:

'Dua tanaman dalam satu tahun itu dikumpulkan, apabila hari panen keduanya dikumpulkan dalam satu tahun'.

Kalau diartikan secara bebas menurut pendapat saya: kalau panen pertama misalnya mendapat 6 kuintal, dan panen kedua atau ketiga mendapat 5 kuintal dan 4 kuintal, asalkan panen-panen itu masih dalam satu tahun, maka hasil panennya itu dijumlah semua. Sehingga dapat mencapai satu nisab sebab semua dari (6 kuintal + 5 kuintal dan 4 kuintal ) = semua ada 15 kuintal. Dengan demikian orang tersebut wajib mengeluarkan zakat.

Di antara uraian-uraian di atas, mana yang betul?

Jawaban

Dalam kitab "Problematika Zakat dan Pemecahannya" karangan KH. Masduqi Machfudh, halaman 31 dinyatakan oleh Imam Syafi'i bahwa:

  • nisab beras putih 815,758 kg
  • nisab padi biasa 1631,516 kg
  • nisab padi butek 1323,132 kg

Dasar Pengambilan

بغشة المسترشدين ص 48
(مَسْئَلَةٌ) نِصَابُ الْعَلَسِ وَالأَرُزِ ِفى قَشْرَتِةِ وَلَوِ الْحَمْرَاءَ عِنْدَ جَحٍّ عَشْرَةُ أَوْسُقٍ ظَاهِرُ التُّحْفَةِ مُطْلَقًا وًَصَرَحَ بِهِ ِفى الاِيْعَابِ لَكِِنْ فِيْ غَيرِِْهمِاَ مِنْ كُتُبِهِ وَالأَسَنىَ وَالنِّهَابَةِ وَغيْرِهَا اَنَّ الْعِبْرَةَ بِحُصًوْلِ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ مِنْ غَيْرِ الْعُشْرٍِ سَوَاءٌ حَصَلَتْ مِنْ عَشْرَةٍ اَوْ اَقَلَّ اَوْ اَكْثَرَ .

(Masalah). Nisab gandum dan beras yang masih berkulit, meskipun berwarna merah menurut Imam Ibnu Hajar Al Haitami adalah sepuluh wasaq. Menurut nas yang nampak dari kitab At Tuhfah nisab tersebut adalah mutlak. Nisab tersebut dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitab Al Ii'aab. Akan tetapi dalam selain kedua kitab tersebut dari kitab-kitab beliau dan dalam kitab Asnal Mathalib, An Nihayah dan lainnya bahwa nisab yang dipakai adalah lima wasaq tanpa kulit, baik lima wasaq tersebut dihasilkan dari 10 wasaq, atau lebih sedikit atau lebih banyak.

Menurut Al-Qur'an surat Al-An'am ayat 141 bahwa zakat dari tanaman itu harus dikeluarkan pada saat panen. Akan tetapi dalam kitab Ahkamul Qur'an jilid 2 halaman 287 dinyatakan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai pengertian dari hari panen atau hari pemotongan. Antara lain seperti yang dikemukakan dalam kitab Kasyifatus Saja halaman 109, yang berbunyi:

كشفة السجا 109
وعبارته . وَزَرْعَا الْعَامِ وَهُوَ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا تُضَمَّانِ اِنْ وَقَعَ حَصَادُهُمَا فىِ عَامٍ وَاحِدٍ بِأَنْ يَكُوْنَ بَيْنَ حَصَادِ اْلاَوَّلِ وَالثَّانِيْ اَقَلَّ مِنِ اثْنَيْ عَشَرَ شَهْرًا عَرَبِيَّةً وَاِنْ وَقَعَ زَرْعُهُمَا فىِ عَامَيْنِ بِاَنْ كَانَ بَيْنَ زَرْعِ اْلاَوَّلِ وَزَرْعِ الثَّانِيْ اِثْنَا عَشَرَ شَهْرًا وَبَيْنَ حَصَادِ الثَّانِي وَاْلاَوَّلِ اَقَلَّ مِنْ ذَلِكَ .

Dan dua kali menanam dalam satu tahun-yakni dua belas bulan-itu harus digabung jika kedua panennya masih dalam satu tahun, dalam arti antara panen pertama dan panen kedua lebih sedikit dari dua belas bulan Qamariyah. Dan jika kedua menanamnya terjadi dalam dua tahun, yakni antara menanam pertama dan kedua itu dua belas bulan, dan antara panen pertama dan kedua kurang dari dua belas bulan.

Dasar Pengambilan

فتح المعين ص 49
وَلاَ يُضَمُ جِنْسٌ اِلىَ آخَرَ لِتَكْمِيْلِ النِّصَابِ بِخِلاَفِ اَنْوَاعِ الْجِنْسِ قَتُضَمُّ وَزَرْعَا الْعَامِ يُضَمَّانِ اِنْ وَقَعَ حَصَادُهُمَا فىِ عَامٍ .

Satu jenis hasil panen tidak boleh digabungkan dengan yang lain untuk menyempurnakan nisab. Berbeda dengan bermacam-macam jenis, yang boleh digabungkan. Dua tanaman dalam satu tahun dapat digabungkan jika panen kedua tanaman tersebut terjadi dalam satu tahun.



Hak mencipta adalah kekuasaan Allah SWT.
Ketikan dan rancangan: pesantrennuha@gmail.com