PPSSNH Nurul Huda


NUHA Peduli

NUHA Peduli (dahulu Badan Sosial dan Komunikasi Alumni Nurul Huda/BASKOM AL NUHA) merupakan badan organisasi independen yang bergerak dibidang sosial dan kemasyarakatan. Tujuan badan ini didirikan sebagai media silaturrahim, komunikasi dan dakwah bil hal bagi alumni serta wadah aspirasi untuk kemaslahatan bersama.

Selengkapnya ...


Kajian Ramadhan: Kitab Rokok dan Kopi Karya Syaikh Ihsan Jampes

Sesuai dengan jadwal yang telah disusun, Irsyadul Ikhwan, Li bayani Syurbil Qahwah wa Dukhon akan dikaji untuk ngaji Ramadhonan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda Mergosono Malang. Kitab tersebut adalah satu buah karya Syaikh Ihsan bin Dahlan Jampes Kediri yang membahas dinamika perbedaan para ulama tentang rokok dan kopi.

Selengkapnya ...


Nadirsyah Hosen: Telaah atas Hadits Khilafah HTI

Beberapa tahun lalu saya mengkritisi Hadis yang sering digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk memprediksi bahwa akan datang kembali sistem pemerintahan khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian. Saya sebutkan bahwa riwayat Thabrani soal itu majhul dan riwayat imam Ahmad bermasalah khususnya pada perawi yang bernama Habib bin Salim.

Selengkapnya ...


Interseksi Kemiskinan, Terorisme & Khilafah di Nusantara

Agenda nasional dalam rangka pilpres hampir sempurna, namun ada beberapa tugas MK untuk menyelesaikannya masalah kecurangan pemilu. Kalau seandainya SBY-Boediono jadi, maka tugas paling penting ada pada pundak kaum sunni (Ahlussunnah wal Jama'ah). Permasalahannya menjadi sangat rumit, ketika kelompok politik Islam trans nasional bercokol meminta jatah menteri pendidikan atau menteri Agama. Ditambah lagi rekrutmen teroris yang banyak menggunakan alumnus pesantren atau pemuda muslim dibawah garis kemapanan, sedikitnya menampar wajah-wajah kaum sunni. Serta lebih parah lagi ancaman Pancasila akan idiologi Politik Islam, dan NKRI oleh Daulah Islamiyah.

Selengkapnya ...


Delapan hal yang dipelajari Hatim Selama 33 tahun

Suatu hari Imam Saqiq al Balkha bertanya pada muridnya Hatim al-Ashom,

"Sudah berapa tahun kamu belajar bersamaku?"

Selengkapnya ...


Adab Menerima Shadaqah

Habib Muhammad Ibn Idrus Al Haddad

Sebaiknya seorang faqir saat didatangkan padanya harta atau sesuatu yang lain, untuk memperhatikan tiga hal.

Dzat dari harta

Sebaiknya faqir benar-benar memastikan bahwa harta yang diterimanya benar-benar halal dan sepi dari shubhat, bila didalamnyakemungkinan  terdapat unsur shubhat akan lebih baik faqir menghindari dari menerimanya.

Tujuan pemberi

Tujuan seorang pemberi tidak akan terlepas pada: 

Selengkapnya ...


Akuntansi Syariah

Perbandingan antara Akutansi Konvensional dan Akutansi Shari'ah

Pendahuluan

Menggeliatnya perkembangan sistem Ekonomi Islam pada masa kini seolah menjadi "amunisi" baru bagi para pengamat dan pelaku ekonomi. Sistem ekonomi konvensional (termasuk di dalamnya akuntasi) terbukti tidak mampu lagi bisa menjawab persoalan-persoalan ekonomi yang muncul yang semakin lama semakin kompleks. Ilmu ekonomi konvensional yang kelihatannya anggun ternyata dibangun dengan pondasi yang rapuh.

Selengkapnya ...


Nadham Kitab Aqidatul Awam dan Terjemah

تَرۡجَمَةُ عَقِيدَةِ ٱلۡعَوَامِ
نَظۡمُ ٱلشَّيۡخِ أَحۡمَدَ ٱلۡـمرۡزُوقِيِّ ٱلۡـمالكِيِّ
( 1205- 1281 هـ)

Terjemah Aqidatul Awam Syair Syekh Ahmad Marzuki al-Maliki

Penulis: Ahmed Machfudh

Selengkapnya ...


Ahlus Sunnah wal Jamaah & Ijtihad

Sebagian kecil masyarakat ada yang mengidentikkan pengertian Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan masalah khilafiyah sekitar tahlil, talqin, qunut, bacaan ushalli dalam mengawali salat, dan lain sebagainya. Sebenarnya masalah yang terkait dengan Ahlus sunnah wal jamaah jauh lebih mendasar, bukan hanya permasalahan yang sering dipertentangkan sebagai khilafiyah tersebut. Karena itu kiranya generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang wajar tentang masalah ini guna menghindari pertikaian, perselisihan, dan percekcokan yang tidak diketahui permasalahan yang sebenarnya.

Selengkapnya ...


Ayat Mutashabihat dan Kritik Terhadap Peringkatnya

Pendahuluan

Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad sebagai sumber ajaran agama Islam yang utama.1 Semua isi kandungannya merupakan pedoman kuat serta hujjah yang ampuh. Kitab suci yang menakjubkan ini merupakan pegangan umat manusia, sekaligus pelita dalam hidup dan kehidupan agar dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.2 Di dalamnya terkandung ayat atau makna yang antar satu dengan lainnya saling menyempurnakan dan membenarkan, tidak ada pertentangan. Seluruh ayatnya bersifat Qot'i al-Wurud, yang jelas diyakini eksistensinya sebagai wahyu Allah.3

Selengkapnya ...


Berbakti Kepada Orang Tua Saat Mereka Telah Wafat

Berbakti kepada orang tua tidak terhenti saat orang tua meninggal dunia. Bahkan seseorang yang semestinya terhitung durhaka pada orang tua saat keduanya bisa hidup, dapat merubah statusnya menjadi orang yang berbakti pada orang tua, dengan cara senantiasa mendoakan orang tuanya dan menziarahi maqamnya setiap jumat.

Seseorang dari Bani Salamah bertanya pada Rasulullah:

"Wahai Rasulullah masih mungkinkah saya melakukan bakti kepada orang tua setelah orang tua saya mati?"

Rasulullah menjawab:

"ya, dengan cara senantiasa mendoakan keduanya, memohonkan ampun bagi keduanya, memenuhkan janji mereka yang belum terlaksana, silaturahim orang-orang yang tak bisa disambung persaudaraannya kecuali melalui nama mereka dan memulyakan orang-orang yang menjadi sahabat orang tua." HR Abu Dawud

Selengkapnya ...


Syaikh Prof. Dr. Ali Jum'ah: Pengertian Bid'ah Menurut Empat Imam Madzhab

Penulis: Syaikh Prof. Dr. Ali Jum'ah (Mufti Republik Mesir)

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ‪.‬
"Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara baru, setiap perkara baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka." (HR. An-Nasa'i)

Hadits ini merupakan salah satu dari sekian banyak hadits yang berbicara tentang bid'ah. Namun untuk memahami perkara bid'ah ini tidak asal begitu saja kita pahami secara harfiah atau tekstual dari hadits tersebut, sehingga siapapun menjadi mudah untuk mengklaim saudara-saudaranya semuslim yang melakukan satu perkara yang tidak pernah dilakukan di zaman nabi SAW kita anggap sebagai pelaku bid'ah yang sesat, dan jika ia sesat berarti tempatnya di neraka. Agar tidak berkesan tergesa-gesa ada baiknya kita memahami terlebih dahulu masalah ini melalui kajian-kajian dari para ulama salafush-shalih kita yang telah terebih dahalu mengkajinya.

Selengkapnya ...


Ilmu: Cahaya Ilahi dalam Perjalanan Insan

Seusai ngaji Shofwatut Tafasir ke Habib Husein Ibn Alwy Ibn Aqil di Nurul Huda Mergosono, saya melirik tumpukan kitab saya yang lama tidak saya sentuh, Umdatul Muhtaj Ila Sarhil Minhaj. Kitab dengan 16 jilid ini saya kemasi saya bawa ke Dzinnuha. Diperjalanan saya menyempatkan mutholaah halaman 283 juz 1 yang masih membahas muqadimah dari kitab Minhaj. Inilah sedikit catatan dari apa yang saya baca itu:

Dalam tradisi intelektual Islam, ilmu menempati posisi yang sangat istimewa. Ia bukan sekadar akumulasi data atau informasi, melainkan sebuah perjalanan spiritual, sebuah upaya untuk meraih nurullah, cahaya Ilahi yang menerangi jalan kehidupan. Sebagaimana ditegaskan dalam teks klasik,

"Sesungguhnya kesibukan dengan ilmu adalah sebaik-baik ketaatan dan perkara yang paling layak untuk diinvestasikan waktu-waktu yang berharga."

Selengkapnya ...


Dakwah Lewat Musik

Musik memang bahasa universal. Musik bisa digunakan untuk menyampaikan beragam pesan, mulai cinta, persahabatan, hingga dakwah. Kelenturan itulah yang dicoba beberapa pegiat dakwah untuk ditangkap dan diaktualisasikan. Tercatat beberapa penyanyi dan grup musik dakwah bermunculan, terutama di bulan suci Ramadan.

Fenomena ini memang memunculkan pertentangan antara tuntutan dakwah dan teks agama yang melarang permainan alat musik tertentu. Beberapa kalangan menjadikan kegiatan dakwah Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat sebagai justifikasi atas keabsahan metode dakwah ini.

Selengkapnya ...


Dialektika Gaya Bahasa Al-Qur'an dan Budaya Arab Pra-Islam

Indeks

  1. Pendahuluan

Pendahuluan

Allah SWT memberikan satu kelebihan kepada umat manusia berupa akal pikiran, agar ia mampu menjalankan tugas dan misinya sebagai khalifatullah fi al-ardl. Juga karena kasih sayang-Nya, kemudian Allah menurunkan wahyu berupa al-Qur'an melalui Jibril kepada Nabi SAW untuk dijadikan referensi dalam kehidupan.

Selengkapnya ...


Mau Beli Kitab Baru? Hati-Hati dengan Distorsi Wahabi

Oleh: KH. Idrus Ramli (Dikutip dari solusinahdliyin.net)

Sejak abad dua belas Hijriah yang lalu, dunia Islam dibuat heboh oleh lahirnya gerakan baru yang lahir di Najd. Gerakan ini dirintis oleh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi dan populer dengan gerakan Wahabi. Dalam bahasa para ulama gerakan ini juga dikenal dengan nama fitnah al-wahhabiyah, karena dimana ada orang-orang yang menjadi pengikut gerakan ini, maka di situ akan terjadi fitnah. Di sini kita akan membicarakan fitnah Wahabi terhadap kitab-kitab para ulama dahulu.

Selengkapnya ...


Dua Puluh Nasihat dari Taurat

KH. M. Taqiyuddin Alawy

Syeh Nawawi Al Bantaniy menerangkan bahwa Imam Wahab bin Munabbih, semoga Allah merahmati beliau, berkata: “Telah tertulis dalam kitab Taurat duapuluh nasihat dan ditambahkan oleh Imam Nawawi tujuh (7) nasehat sehingga menjadi dua puluh tujuh (27) nasehat:

Selengkapnya ...


Eksistensi Ruh dalam Tinjauan Ulama Islam

Pendahuluan

Al Qur'an telah membahas tentang hakekat asal-usul manusia yang di awali dari proses kejadian manusia yaitu dari segumpal darah (QS. 96:1-5), dan setelah melewati beberapa tahapan dan sempurna kejadiannya, dihembuskan-Nyalah kepadanya ruh ciptaan Tuhan (QS. 38:71-72).1

Selengkapnya ...


Hadith Kontradiktif dan Solusinya

Pendahuluan

Sebagai sumber hukum Islam kedua, hadith untuk sampai tampil dalam bentuknya yang sempurna1 terlebih dahulu harus mengalami proses transmisi dan verifikasi otensitas-legalitas yang selektif, sulit dan rumit. Dalam setiap fase perkembangannya2, para generasi periwayatan (tabaqat)3 dapat dipastikan memiliki kriteria dan kualifikasi tertentu untuk sampai kepada keputusan bahwa suatu hadith benar-benar otentik berasal dari nabi dan dapat dijadikan dasar dan rujukan dalam pengambilan hukum suatu perkara.

Selengkapnya ...


Harta yang penuh berkah

Sering sekali kita mendengar perihal harta barokah. Namun apakah sebenarnya yang dimaksud dengan harta yang barokah itu, dan apakah hubungannya dengan zakat?

Selengkapnya ...


Apakah Al-Qur'an Memerlukan Hermeneutika

Indeks

  1. Latar belakang

Latar belakang

Al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup kaum muslimin telah sedang dan akan selalu ditafsirkan. Karena itu, dalam pandangan kaum muslimin, tafsir al-Qur'an adalah istilah yang sangat mapan. Akhir-akhir ini di negeri kita, hermeneutika sebagai metode penafsiran teks, sedang digandrungi oleh para intlektual dan para orientalis negeri seberang, dan digemakan oleh para pemikir islam moderenis seperti, Hasan Hanafi, Fazlur Rahman, Muhamad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zaid dan lain-lain. Padahal istilah hermeneutika adalah kosa kata filsafat barat, yang juga sangat terkait dengan interpretasi Bibel. Karena itu hermeneutika tidak layak di sinonimkan dengan tafsir al-Qur'an, yang memiliki konsep yang jelas, berurat dan berakar dalam Islam. Hermeneutika dibangun atas faham relatifisme. Hermeneutika menggiring kepada gagasan bahwa segala penafsiran al-Qur'an itu relatif, padahal fakta empiris menunjukkan para mufassir yang terkemuka sepanjang masa tetap memiliki kesepekatan-kesepakatan. Jika hermeneutika tetap digunakan sebagai sinonim terhadap tafsir, akan mengimplikasikan berbagai problematika yang ada didalam hermeneutika, juga terjadi didalam al-Qur'an. Tulisan di bawah ini akan mengungkap bahwa hermeneutika tidaklah layak untuk dianggap sebagai tafsir.

Selengkapnya ...


Kisah Insyafnya Seorang Ulama Wahabi

Oleh: KH. Idrus Ramli

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin--ulama Wahabi kontemporer yang sangat populer--mempunyai seorang guru yang sangat alim dan kharismatik di kalangan kaum Whhabi, yaitu Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa'di, yang dikenal dengan julukan Syaikh Ibnu Sa'di. Ia memiliki banyak karangan, di antaranya yang paling populer adalah karyanya yang berjudul, Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, kitab tafsir setebal 5 jilid, yang mengikuti manhaj pemikiran Wahhabi. Meskipun Syaikh Ibnu Sa'di, termasuk ulama Wahabi yang ekstrim, ia juga seorang ulama yang mudah insyaf dan mau mengikuti kebenaran, dari manapun kebenaran itu datangnya.

Selengkapnya ...


Keajaiban Istighfar

وفي المسند. حدثني مهدي بن جعفر، حدثنا الوليد بن مسلم عن الحكم بن مصعب عن محمد بن علي بن عبد الله بن عباس، عن أبيه عن جده عبد الله بن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم: «من أكثر من الاستغفار جعل الله له من كل هم فرجاً ومن كل ضيق مخرجاً ورزقه من حيث لا يحتسب».
Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah, Allah akan mengubah segala kesusahannya menjadi kegembiraan, memberi jalan keluar di setiap kesulitan dan memberi rizqi dari pintu yang tidak disangka dan diperhitungkannya. alhadits

Selengkapnya ...


Jamaah Tabligh (2)

Pengantar

Sebagaimana artikel tentang Wahidiyah, artikel ini dikutip dari buku Polaritas Sektarian, Rekonstruksi Doktrin Pinggiran, sebuah buku hasil kajian siswa mutakharijin tahun 2007 pada Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Ditujukan agar masyarakat bisa mempertimbangkan secara matang segala aliran yang ada disekitarnya, bukan dalam tataran caci maki, tetapi tetap dalam koridor saling mengingatkan.

مَنِ الذِى ساء قط و مَنِ الذى حسنى فقط

Siapa orang yang buruk saja dan siapa orang yang baik saja (tanpa cela)?

Karena itu artikel ini mohon dibaca dalam tataran menguliti diri menuju muhasabah yang paripurna guna menjadi insan kamil yang diharapkan.

Selengkapnya ...


Karakteristik Penghafal Al-Qur’an

Al-Qur’an sebagai kitab suci agama Islam yang memuat segala bentuk aspek kehidupan. Tidak hanya terbatas umat Islam semata, namun orang-orang non Islam pun juga menjadi obyek seruan ajaran yang terkandung di dalam kitab suci ini. Sehingga, bukanlah sesuatu yang mengherankan jika dari awal mula turunnya al-Qur’an hingga kini, ghiroh manusia tidak pernah surut untuk mengkaji isi kandungan al-Qur’an, baik dari kalangan umat Islam sendiri maupun dari orang-orang orientalis.

Selengkapnya ...


Keajaiban Huruf-Huruf al Quran

Suatu hari Imam Malik Ibn Anas RA berfatwa bahwa segala transaksi yang dipaksakan itu batal termasuk talak dan pembebasan budak.

Saat itu di Madinah ada salah seorang pejabat dari kalangan Bani Abbas yang mendapat laporan bahwa fatwa itu adalah sindiran bahwa seharusnya Kekhalifahan harus dari keluarga Sayidina Ali Ibn Abi Tholib dan tiada yang berhak memegang tapuk pimpinan kecuali mereka (ingat perebutan kekuasaan antara Muawiyah dengan Sayidina Ali dan Sayidina Hasan)

Selengkapnya ...


Keberkahan Shalawat

Pengajian oleh Pengasuh KH. Masduqi Machfudz di Majelis Taklim Wal Maulid Riyadul Jannah




Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW

Nabi Muhammad saw. adalah pemimpin dunia yang terbesar sepanjang sejarah. Karena hanya dalam waktu 23 tahun (kurang dari seperempat abad), dengan biaya kurang dari satu persen biaya yang dipergunakan untuk revolusi Perancis dan dengan korban kurang dari seribu orang. Beliau telah menghasilkan tiga karya besar yang belum pernah dicapai oleh pemimpin yang manapun di seluruh dunia sejak Nabi Adam as. sampai sekarang. Tiga karya besar tersebut adalah:

Selengkapnya ...


Penyebab Kerasnya Hati

KH. M. Taqiyyuddin Alawy

Tujuan hidup yang paling utama dan pertama adalah berburu bekal akhirat,  untuk mendapatkan bekal akhirat tentunya kita butuh keistiqamahan dalam beribadah dan bermuasarah yang baik dengan sesama.  Modal utama membangun kemampuan seseorang beribadah dan peduli dengan sesama adalah lembutnya hati. Hati yang keras akan memunculkan sifat dan perilaku yang kurang baik dan beratnya menjalankan ibadah.

Selengkapnya ...


Khilafah dalam Perspektif Aswaja: Diskursus antara Idealisme dan Kemaslahatan

Indeks

  1. Prolog

Prolog

Penghapusan Khilafah Turki Utsmani pada 3 Maret 1924, yang sekaligus menandai berakhirnya dominasi Islam dalam pentas politik global selama lebih dari 13 abad sejak era Khulafa’ Arrasyidien, dan meroketnya hegemoni Barat atas dunia Islam, menegaskan keberadaan umat Islam mulai saat itu telah terpuruk ke dasar degradasi peradaban. Realitas keterpurukan umat Islam dalam kancah politik, ekonomi, militer, budaya, dan bayang-bayang kemajuan Barat dalam sains dan teknologi yang menyudutkan umat Islam, serta “penjajahan modern” yang dilancarkan Barat terhadap dunia Islam, disinyalir kuat menjadi faktor terpenting yang membangkitkan eskalasi “kerinduan” umat Islam akan kejayaan yang pernah dimilikinya di masa silam itu.

Selengkapnya ...


Kilas Sejarah Seputar Pendirian NU: Dukungan KH Kholil Bangkalan terhadap KH. Hasyim Asy'ari

Artikel ini dikutip dari buletin Nahdliyah yang diterbitkan PCNU Pasuruan edisi 1 dan 2 September dan Oktober 2006. Artikel ini dimuat kembali agar generasi muda NU dan simpatisannya semakin memahami NU dan mempertebal keimanan Ahlussunnah wal Jamaahnya.

Ada tiga orang tokoh ulama yang memainkan peran sangat penting dalam proses pendirian Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) yaitu Kiai Wahab Chasbullah (Surabaya asal Jombang), Kiai Hasyim Asy’ari (Jombang) dan Kiai Cholil (Bangkalan). Mujammil Qomar, penulis buku "NU Liberal: Dari Tradisionalisme Ahlussunnah ke Universalisme Islam", melukiskan peran ketiganya sebagai berikut Kiai Wahab sebagai pencetus ide, Kiai Hasyim sebagai pemegang kunci, dan Kiai Cholil sebagai penentu berdirinya.

Selengkapnya ...


Kisah Orang-Orang Taubat

Manusia memang dicipta Allah dengan berbagai macam karakteristik yang menambah keindahan dunia ini. Allah juga seringkali memberikan hidayah kepada kita melalui berbagai cara, ada kalanya dengan dinasehati seseorang menjadi tersadar, adakalanya ketika terpojok pada situasi yang tidak menguntungkan seseorang menjadi ingat Tuhannya dan lain-lain. Berikut ini kami nukilkan beberapa kisah orang-orang yang bertaubat, siapa tahu Allah menurunkan hidayah pertolongan kepada kita untuk keluar dari kemaksiatan ketika membacanya.

Selengkapnya ...


Kajian Ramadhan: Kutipan Kitab Adaabul Alim wal Muta'alim Karya Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari (1)

Diriwayatkan dari siti ‘Aisyah r.a. dari Rasululloah SAW beliau bersabda,

"Hak anak yang wajib atas orang tuanya adalah memberikan anaknya nama-nama yang bagus, memberikan air susu (menyusui) yang bagus kepada anaknya, dan memberikan didikan budi pekerti yang baik kepada anaknya”.

Selengkapnya ...


Kajian Ramadhan: Kutipan Kitab Adaabul Alim wal Muta'alim Karya Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari (2)

Rasulullah bersabda:

من غدا إلى المسجد لا يريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه كان له كاجر حج تام

"Barang siapa yang berangkat pergi di pagi hari untuk kemasjid, sementara dia tidak menghendaki sesuatu kecuali untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarkan kebaikan, maka berhak memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang melakukan ibadah haji secara sempurna".

Selengkapnya ...


Kajian Ramadhan: Kutipan Kitab Adaabul Alim Wal Muta'alim Karya Hadratusy Syekh Hasyim Asy'ari (3)

Seorang pencari ilmu harus bisa memilih seorang guru dan ketika sudah bersama guru harus beretika yang baik.

Bukan berarti membeda-bedakanguru, karena semua guru berhak untuk diambil ilmunya. Tetapi memilih guru untuk belajar yang fokus adalah kunci kesuksesan mencari ilmu, sedangkan etika adalah kunci mendapatkan keberkahan guru, kemanfaatan ilmu, dan keridhaan Allah.

Selengkapnya ...


Kajian Ramadlan: Kitab Risalah Ahlis Sunnah Wal Jama'ah Karya KH Hasyim Asy'ari

Setelah kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim karya Hadratusy Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari dikhatamkan pada tanggal 23 Juni 2016, maka kajian Ramadlan berikutnya mengkaji kitab Risalah Ahlissunnah Wal Jama’ah yang juga disusun oleh Hadratusy Syekh. Waktu kajian masih tetap ba’da tarawih dan akan dimulai tanggal 24 Juni 2016. 

Unduh kitab di sini.

Pengajian kitab Risalah Ahlissunnah karya pendiri Nahdlatul Ulama tersebut juga tersedia streaming pada http://nurulhuda.listen2myradio.com/ 

Semoga barokah dan manfaat.


Kontribusi Semiotika dalam Memahami Bahasa Agama

Indeks

  1. Abstrak

Abstrak

Dalam dunia bahasa semiotika dianggap sebagai tanda (sign) yang terdiri dari dua unsur yang tidak bisa dipisahkan, yaitu penanda (signifiant) dan petanda (signify). Penanda adalah aspek material dari bahasa, sedangkan petanda adalah makna (konsep) yang ada dalam pikiran (mind). Para filsuf yang menekuni kajian bahasa, misalnya Jacques Derrida, menyangkal bahwa bahasa memiliki makna final. Bahasa adalah metafor, sehingga makna yang ditimbulkan selalu bergerak dan berubah sesuai dengan horison pembacaan. Berangkat dari logika ini, kalau bahasa agama merupakan kumpulan teks-teks (tanda) sudah semestinya ia tidak mengenal makna akhir. Di sinilah semiotika mempunyai peran yang signifikan, di mana teks-teks bahasa agama menjadi wilayah subur untuk menemukan pemahaman-pemahaman baru guna mengaktualisasikan pesan Islam yang universal dan membawa misi rahmatan lil 'alamin.

Selengkapnya ...


Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa) Ditinjau dari Syariat Islam

Koperasi Simpan Pinjam (KOSIPA) adalah sebuah koperasi yang modalnya diperoleh dari simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota koperasi. Kemudian modal yang telah terkumpul tersebut dipinjamkan kepada para anggota koperasi dan terkadang juga dipinjamkan kepada orang lain yang bukan anggota koperasi yang memerlukan pinjaman uang, baik untuk keperluan komsumtif maupun untuk modal kerja. Kepada setiap peminjam, KOSIPA menarik uang administrasi setiap bulan sejumlah sekian prosen dari uang pinjaman.

Selengkapnya ...


Liberalisme Terselubung

oleh KH. Muhammad Idrus Ramli

Di antara ciri khas pemikiran kaum liberal adalah menghilangkan otoritas ulama. Menurut kelompok liberal, kita tidak perlu taklid kepada para ulama. Mereka manusia, kami juga manusia dan sama-sama bisa berpikir. Mengikuti pendapat para ulama berarti pengebirian akal yang kami miliki. Demikian kaum liberal berpikir. Karenanya tidak aneh jika dalam setiap diskusi, baik yang bersifat polemis di media massa dan buku-buku, maupun diskusi dialogis dalam forum debat terbuka mereka menolak pendapat para ulama.

Sementara ciri khas kaum Muslimin Ahlussunnah Wal-Jama'ah adalah memberikan penghargaan yang tinggi terhadap para ulama serta otoritas penuh dalam penafsiran teks-teks keagamaan. Rasulullah saw bersabda,

"Para ulama itu pewaris para nabi". (HR. Ibn Asakir dan Ibn al-Najjar).

Selengkapnya ...


Manfaat Agama bagi Kehidupan Manusia

Sebagaimana kita maklumi bahwa tujuan hidup di dunia ini sejak dahulu kala sampai sekarang dan bahkan sampai hari kiamat nanti adalah ingin mencapai kebahagiaan hidup. Dan untuk itu manusia telah memiliki akal fikiran atau ratio yang memiliki kemampuan yang sangat hebat. Karena dengan akal fikiran tersebut manusia telah dapat memiliki ilmu pengetahuan yang sangat tinggi dan mampu menciptakan alat-alat tehnologi yang sangat canggih, yang apabila hasil penemuan akal fikiran sekarang ini diceritakan pada zaman dahulu kala, niscaya akan dianggap sebagai hal yang irrasional (tidak masuk akal).

Selengkapnya ...